Selasa, 18 Maret 2008

Jihadku di Sekolah

Assalamualaikum,,,,,

(NIAT)

Niat yang tulus untuk menuntut ilmu sangatlah sulit kudapatkan, banyak faktor-faktor yang dapat menodai niatku. Iming-iming nilai bagus pernah membuatku terlena. Terbujuk rayuan setan. Niatku bukan karena mencari ridha Allah SWT tapi karena keinginan mend pat nilai yang bagus. Dan karena itulah timbul permasalahan yang membuatku takut yaitu RIYA. Ku menjadi sombong dikala ku mendapatkan nilai yang lumayan bagus pada suatu pelajaran. Aroma persaingan yang kian ketat membuatku turut mengikuti arusnya. Saling ejek-mengejek pun tak bisa tertahankan. Saling jatuh menjatuhkan pun terjadi.


Saling berlomba-lomba belajar keras tapi dengan tujuan popularitas. Ingin puji oleh teman-teman, disanjung guru dan terkenal. Ini membuatku tersungkur jatuh begitu jauh kedalam lingkaran ingkar. Tersesat di jalan nafsu. Yang tergambar di firman Allah,


Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkan sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (Q.S al-Jaatsiyah ayat 23).


Menurut pakar Al-Quran, Imam Raghib al-Isfahani dalam bukunya Mu’jam al-Mufradat li Aglazah Al-Quran, sasaran jihad ada dua macam. Pertama, musuh yang tampak dan kedua, musuh yang tidak tampak (tersembunyi). Musuh yang tidak tampak itu adalah godaan iblis dan setan. Bahkan musuh tersebut bersembunyi didalam hati kita sendiri yaitu hawa nafsu, maka cara menghadapinya pun harus dengan menggunakan trategi sendiri-sendiri. Demikian Imam Raghib menjelaskan. Di lain tempat dalam Al-Quran Allah berfirman :


Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama oaring-orang yang berbuat baik.” (Q.S Al-ankabuut : 69).


Ini membuatku tersadar arti jihad yang sebenarnya. Dan sekarang ku sedang berjihad. Ladang jihadku adalah di SEKOLAH. Semoga niat tulusku yang telah bersemai lagi tidak akan pernah redup.


Jumat, 14 Maret 2008

Asal Usul Manusia/Adam

Dikitab Al-Qur’an ada menyebutkan bahwa asal kejadian manusia terjadi dari 7 macam, yaitu :

Pertama : Di surat Ar-Rahman ayat 14
“Dia (Dia) menjadikan manusia seperti tembikar, (tanah yang dibakar)”
Yang dimaksudkan dengan kata ”shal-shal” diayat ini ialah : tanah kering atau ’setengah kering’, yakni ”zat pembakar” (Oksigen).

Kedua : Di ayat itu disebutkan juga kata ”fakhkhar”, yang maksudnya ialah ’zat Arang’ (carbonium).

Ketiga : Di surat Al-Hijr ayat 28
“Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat : ‘Sesungguhnya Aku (Allah) hendak membuat seorang manusia (Adam) dari pada tanah kering dan lumpuh hitam” yang berbentuk (berupa)”.
Diayat ini tersebut juga “shal-shal”, telah saya terangkan, sedangkan kata “hamaa-in” di ayat tersebut ialah ‘Zat Lemas’ (Nitrogenium).

Keempat : Di surat As-Sajdah ayat 7
“Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah.”
Yang dimaksud dengan kata “thien” (tanah) di ayat ini ialah “Atom zat air” (Hidrogenium).

Kelima : Di surat Ash- Shaffaat ayat 11
“Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik mekkah),”Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit atau apa yang telah Kami ciptakan itu?” sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari tanah liat.”
Yang dimaksud dengan kata “lazib” (tanah liat) di ayat ini adalh “zat besi terum”.

Keenam : Di surat Ali-Imran ayat 59
”Dia (Allah) menjadikan Adam dari pada ’tanah’ kemudian Allah berfirman kepadanya ”Jadilah engkau, lalu berbentuklah manusia.”
Yang dimaksud dengan kata ”turab” (tanah) diayat ini adalah : ”Unsur-unsur zat asli” yang terdapat di dalam tanah, yang dinamai ”zat-zat anorganis”.

Ketujuh : Di surat Al-Hijr ayat 29
“Maka setelah Aku (Allah) sempurnakan (bentuknya), lalu Kutiupkan ruh-Ku kepadanya (ruh dari padaKu).




Ketujuh ayat Al-Qur’an, menunjukkan tentang proses kejadian nabi Adam sehingga berbentuk manusia, lalu ditiupkan kepadanya sehingga manusia bernyawa (bertubuh jasmani dan rohani). Sebagaimana disebutkan pada ayat yang keenam tentang kata “Turab” (tanah) ialah zat-zat asli yang terdapat didalam tanah yang dinamai “Zat Anorganis”. Zat anorganis itu baru terjadi setelah melalui proses persenyawaan antara “Fachchar” yakni : carbonium (zat arang), dengan “shal-shal” yakni oksigenium, (zat pembakar) dan “hamaa-in” ialah zat “Nitrogenium” (zat lemas) dan “Thien” yakni : hidrogenium (zat air)
Jelasnya adalah persenyawaan antara :
Fachchar (Carbonium = zat arang) dalam surat Ar-Rahman ayat 14
Shalshal (Oksigenium = zat pembakar) juga dalam surat Ar-Rahman ayat 14
Hamaa-in (Nitrogenium = zat lemas) dalam surat Al-Hijr ayat 28
Thien (Hidrogenium = zat air) dalam surat As-Sajdah ayat 7
Kemudian bersenyawa denagn zat besi (ferum), yodium, kalium, silicium dan mangaan, yang disebut ”laazib” (zat –zat anorganis) dalam surat As-Shaffaat ayat 11. dalm proses persenyawaan tersebut, lalu terbentuklah zat yang dinamai ”Protein”. Inilah yang disebut ”Turab” (zat-zat anorganis) dalam surat Ali-Imran ayat 59. salah stu diantara zat-zat anorganis yang terpandang penting ialah ”Zat Kalium”, yang banyak terdapat dalam jaringan tubuh, teristimewa didalam otot-otot. Zat kalium itu dipandang terpenting karena mempunyai aktivitas dalam proses hayati, yakni dalam pembentukkan badan halus. Dengan berlangsungnya ”Proteinisasi”, menjelmakan ”proses pergantian” yang disebut ”Substitusi”. Setelah selesai mengalami substitusi, lalu mengempurlah electron-electron sinar cosmis yang mewujudkan ”sebab pembentukan (Formasi), dinamai juga”sebab ujud” (Causa Formatis).
Adapun sinar Cosmis itu adalah suatu sinar yang mempunyai kemampuan untuk merubah sifat-sifat zat yang berasal dari tanah. Maka dengan mudah sinar Cosmis dapat mewujudkan pembentukan tubuh manusia (Adam) berupa bahan kasar (jasmaniah), yang terdiri dari badan, kepada, tangan, mata, telingan, hidung dan seterusnya. Sampai disinilah ilmu pengetahuan exact dapat menganalisa tentang pembentukan tubuh kasar (jasmaniiah, jasmani manusia/Adam). Sedangkan tentang rohania(abstract wetenschap) tentu dibutuhkan ilmu pengetahuan yang rohaniah pula, yang sangat erat hubungannya dengan ”Metafisika”.

Selasa, 04 Maret 2008

Ibu..........


Ibu.........


Ibu,,,,,,,,,,

Ku ingin dikau terus disampingku

Tapi

Apalah daya diri hina ini

Apa yang harus ku perbuat tuk senyummu

Tawamu....

Ku hanya menambah sedu dihatimu

,,,,,,,

Ibu.......

Sungguh mulia dikau

Peluk erat tubuhku ibu,

Jangan lepaskan,,


Ibu,,,,,,,,

Sungguh suci hatimu

Dakup aku ibu,,

Jangan pergi..

Tapi,,,,,,,,,,

Apa yang kau rasa??

Perihkah hidup denganku??

Ku hanya menyayat hatimu.....




Senyummu,,,,,,

Penyemangat hari-hariku,,

Tapi,,,,

Apa yang tlah ku perbuat??

Ku hanya meredupkan senyummu


Allah......

Izinkanlah daku melihat senyumnya

Senyum yang selalu menggetarkan hatiku

Janganlah Engkau pisahkan daku darinya....


Ku mohon Allah...

Berilah waktu tuk daku.....

Tuk senyumnya.......


Jikalau Engkau pisahkan kami

Pertemukanlah kami kembali,

Di surga impian daku dan dirinya,,,,,,,,,,

Amin ya robbal alamin,,,,,,,,