(NIAT)
Niat yang tulus untuk menuntut ilmu sangatlah sulit kudapatkan, banyak faktor-faktor yang dapat menodai niatku. Iming-iming nilai bagus pernah membuatku terlena. Terbujuk rayuan setan. Niatku bukan karena mencari ridha Allah SWT tapi karena keinginan mend pat nilai yang bagus. Dan karena itulah timbul permasalahan yang membuatku takut yaitu RIYA. Ku menjadi sombong dikala ku mendapatkan nilai yang lumayan bagus pada suatu pelajaran. Aroma persaingan yang kian ketat membuatku turut mengikuti arusnya. Saling ejek-mengejek pun tak bisa tertahankan. Saling jatuh menjatuhkan pun terjadi.
Saling berlomba-lomba belajar keras tapi dengan tujuan popularitas. Ingin puji oleh teman-teman, disanjung guru dan terkenal. Ini membuatku tersungkur jatuh begitu jauh kedalam lingkaran ingkar. Tersesat di jalan nafsu. Yang tergambar di firman Allah,
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkan sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (Q.S al-Jaatsiyah ayat 23).
Menurut pakar Al-Quran, Imam Raghib al-Isfahani dalam bukunya Mu’jam al-Mufradat li Aglazah Al-Quran, sasaran jihad ada dua macam. Pertama, musuh yang tampak dan kedua, musuh yang tidak tampak (tersembunyi). Musuh yang tidak tampak itu adalah godaan iblis dan setan. Bahkan musuh tersebut bersembunyi didalam hati kita sendiri yaitu hawa nafsu, maka cara menghadapinya pun harus dengan menggunakan trategi sendiri-sendiri. Demikian Imam Raghib menjelaskan. Di lain tempat dalam Al-Quran Allah berfirman :
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama oaring-orang yang berbuat baik.” (Q.S Al-ankabuut : 69).
Ini membuatku tersadar arti jihad yang sebenarnya. Dan sekarang ku sedang berjihad. Ladang jihadku adalah di SEKOLAH. Semoga niat tulusku yang telah bersemai lagi tidak akan pernah redup.