hal itu diakhir
kala
semua tlah berlalu
kala
semua menjauh
kala
semua pergi
dan tak akan kembali
Orang yang berhak mendapatkan nikmat adalah yang bersyukur dan yang pantas mendapatkan cinta adalah orang yang selalu melakukan kebaikan dan selalu membuat wajahnya berserI-seri.
I don’ t believe this news?
It’s true or not???
But……….
The fact is true
Oh my God…
Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri telah menemukan bahan haram didalam vaksin.
Namun, Menkes (menteri kesehatan) punya pandangan lain. Menurutnya, MUI telah mengeluarkan fatwa yang membolehkan penggunaan vaksin karena alasan darurat. Selama belum ditemukan pengganti yang halal maka vaksin yang menggunakan enzim tripsin babi dibolehkan. “Saya juga seorang muslim. Saya tidak mungkin begitu saja memberikan yang haram,” ujar Menkes.
Seluruh vaksin yang beredar di dunia saat ini, termasuk vaksin meningitis yang diberikan pada seluruh jemaah haji dibuat dari bahan haram. Diantaranya bahan itu adalah enzim babi, ginjal babi, ginjal kera, hingga janin bayi hasil aborsi.
Prof Jurnalis Uddin, Ketua Dewan Pembina LPPOM MUI membenarkan hal itu. Katanya, penemuan unsur haram dalam vaksin bermula dari
Guna menindak lanjuti hal itu, Depkes meminta Majelis Pertimbangan Kesehatan dan Syara’ (MPKS)-penasehat Depkes tentang kaitan agama dan kesehatan untuk menyelidikinya.
MPKS kemudian mengundang PT Bio Farma dan Aventis untuk meminta penjelasan mengenai proses pembuatan vaksin polio memang mereka gunakan. Darisitu terbukti bahwa memang digunakan dalam pembuatan vaksin polio.
“Begitu juga dengan vaksin meningitis yang diproduksi oleh Glxo Smith Kline untuk para jamaah haji,” ujar Jurnalis.
Ketika perusahaan-perusahaan itu ditanya alasan menggunakan tripsi babi, kata dosen Fakultas Kedokteran Universitas YASRI Jakarta ini lagi, mereka menjawab,” Kami tidak pernah memikirkan (masalah) itu. Dimana- mana, di dunia ini, ya pakai enzim babi. Kalau mau diganti dengan enzim sapi butuh penelitian sekitar
Kesimpulan
Menurut saya kenapa penelitian ini tidak langsung dilaksanakan dari tahun-tahun yang lalu. Dan kalau pun memerlukan biaya yang besar seharusnya pemerintah membantu dalam pembiayaan itu guna kesejahteraan rakyatnya yang mayoritas beragama muslim ini.
INI SEMUA MENGANDUNG KECURIGAAN BAGI DIRIKU??
Wallahu a’lam
(ISTIQOMAH)
Hari seperti berlari begitu cepatnya, tanpa ku sadari ku tlah selesai mid semester, tapi apa yang telah ku lakukan pada mid semesterku kali ini, NIHIL. Nilaiku terbengkalai. Aku bingung. Semangatku redup. Aku bingung apa yang ku pikirkan sekarang. Penyesalan yang menyelimuti hati dan pikiranku. Aku ingin berteriak sejadi-jadinya, tapi ku tak bisa bersua. Seperti ada yang menutup mulutku.
Kini ku dalam sebuah muhasabah. Ku tlah menghianati niatku.
Ku harus menatata target-targetku. Ku harus berjuang memperbaiki nilaiku dan meningkatkan prestasiku. Ku tak mau terlela dalam easy going. Ku harus menjadi orang yang benar-benar by plainning!!!!!!!!. Ku harus istiqamah dalam niat, target, plainning, dan ibadah.
firman Allah :
”.......sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada dalam diri mereka sendiri.....” (QS ar-Ra’d [13]: 11)
Dan ku ingin mengubah diriku menjadi lebih, lebih dan lebih baik dari pada sebelumnya.
(NIAT)
Niat yang tulus untuk menuntut ilmu sangatlah sulit kudapatkan, banyak faktor-faktor yang dapat menodai niatku. Iming-iming nilai bagus pernah membuatku terlena. Terbujuk rayuan setan. Niatku bukan karena mencari ridha Allah SWT tapi karena keinginan mend pat nilai yang bagus. Dan karena itulah timbul permasalahan yang membuatku takut yaitu RIYA. Ku menjadi sombong dikala ku mendapatkan nilai yang lumayan bagus pada suatu pelajaran. Aroma persaingan yang kian ketat membuatku turut mengikuti arusnya. Saling ejek-mengejek pun tak bisa tertahankan. Saling jatuh menjatuhkan pun terjadi.
Saling berlomba-lomba belajar keras tapi dengan tujuan popularitas. Ingin puji oleh teman-teman, disanjung guru dan terkenal. Ini membuatku tersungkur jatuh begitu jauh kedalam lingkaran ingkar. Tersesat di jalan nafsu. Yang tergambar di firman Allah,
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkan sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (Q.S al-Jaatsiyah ayat 23).
Menurut pakar Al-Quran, Imam Raghib al-Isfahani dalam bukunya Mu’jam al-Mufradat li Aglazah Al-Quran, sasaran jihad ada dua macam. Pertama, musuh yang tampak dan kedua, musuh yang tidak tampak (tersembunyi). Musuh yang tidak tampak itu adalah godaan iblis dan setan. Bahkan musuh tersebut bersembunyi didalam hati kita sendiri yaitu hawa nafsu, maka cara menghadapinya pun harus dengan menggunakan trategi sendiri-sendiri. Demikian Imam Raghib menjelaskan. Di lain tempat dalam Al-Quran Allah berfirman :
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama oaring-orang yang berbuat baik.” (Q.S Al-ankabuut : 69).
Ini membuatku tersadar arti jihad yang sebenarnya. Dan sekarang ku sedang berjihad. Ladang jihadku adalah di SEKOLAH. Semoga niat tulusku yang telah bersemai lagi tidak akan pernah redup.
Ibu.........
Ibu,,,,,,,,,,
Ku ingin dikau terus disampingku
Tapi
Apalah daya diri hina ini
Apa yang harus ku perbuat tuk senyummu
Tawamu....
Ku hanya menambah sedu dihatimu
,,,,,,,
Ibu.......
Sungguh mulia dikau
Peluk erat tubuhku ibu,
Jangan lepaskan,,
Ibu,,,,,,,,
Sungguh suci hatimu
Dakup aku ibu,,
Jangan pergi..
Tapi,,,,,,,,,,
Apa yang kau rasa??
Perihkah hidup denganku??
Ku hanya menyayat hatimu.....
Senyummu,,,,,,
Penyemangat hari-hariku,,
Tapi,,,,
Apa yang tlah ku perbuat??
Ku hanya meredupkan senyummu
Allah......
Izinkanlah daku melihat senyumnya
Senyum yang selalu menggetarkan hatiku
Janganlah Engkau pisahkan daku darinya....
Ku mohon Allah...
Berilah waktu tuk daku.....
Tuk senyumnya.......
Jikalau Engkau pisahkan kami
Pertemukanlah kami kembali,
Di surga impian daku dan dirinya,,,,,,,,,,
Amin ya robbal alamin,,,,,,,,